Ini Penyebab Xabi Alonso Gagal di Real Madrid, Pemain Disebut Lebih Berkuasa
LigaBintang - Steve McManaman mengungkap tantangan besar yang dihadapi pelatih Real Madrid jelang laga penting melawan Bayern Munchen. Ia menilai dinamika di dalam tim membuat pekerjaan pelatih menjadi jauh lebih kompleks.
Real Madrid akan menghadapi Bayern Munchen pada leg kedua perempat final Liga Champions, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. Mereka harus mengejar ketertinggalan 1-2 dari leg pertama jika ingin melangkah ke semifinal.
Kegagalan lolos berpotensi membuat Los Blancos kembali tanpa gelar musim ini. Situasi ini mengingatkan pada musim sebelumnya yang berujung pada kepergian Carlo Ancelotti.
Perubahan pelatih di tengah musim juga belum membawa dampak signifikan bagi performa tim. Kondisi ini membuat tekanan semakin besar menjelang laga penentuan.
Pemain Disebut Jadi Penentu di Real Madrid
Steve McManaman menyoroti perbedaan besar antara Real Madrid dengan klub lain dalam hal otoritas pelatih. Ia menilai para pemain memiliki pengaruh yang sangat kuat di dalam tim.
Menurutnya, situasi tersebut membuat instruksi pelatih tidak selalu berjalan sesuai rencana di lapangan. Hal ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi siapa pun yang menangani Madrid.
“Pemain memiliki kekuatan yang luar biasa. Saya pikir itulah inti masalahnya. Arne Slot adalah bos di Liverpool, Pep Guardiola adalah bos di Manchester City, tetapi di Real Madrid para pemainlah yang menjadi bos,” ujar McManaman kepada TNT Sports.
“Ketika pelatih meminta mereka bermain dengan cara tertentu, mereka justru bermain dengan cara yang berbeda. Dan hal seperti itu selalu terjadi,” kata McManaman.
Pelatih Harus Punya Pendekatan Khusus
McManaman menilai seorang pelatih di Real Madrid tidak hanya dituntut jenius secara taktik. Ia juga harus mampu membangun hubungan yang kuat dengan seluruh pemain dalam skuad.
Menurutnya, menjaga suasana tim tetap positif menjadi kunci agar para pemain bisa tampil maksimal. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan metode yang terlalu kaku.
“Pelatih harus memiliki kombinasi antara sedikit kejeniusan dan metode pendekatan yang tepat,” ucap McManaman.
“Dia juga harus mampu merangkul mereka dan membuat semua pemain merasa menjadi bagian dari tim. Para pemain harus menikmati latihan, Anda tidak bisa membuat mereka bosan dengan terlalu banyak taktik dan sesi video,” tutur McManaman.
Perbandingan dengan Ancelotti dan Xabi Alonso
McManaman kemudian membandingkan pendekatan Carlo Ancelotti dengan pelatih lain, termasuk Xabi Alonso. Ia menilai keberhasilan Ancelotti terletak pada kemampuannya menjaga keseimbangan di dalam tim.
Sebaliknya, ia menyebut Xabi Alonso mengalami kesulitan karena pendekatannya tidak sepenuhnya diterima oleh para pemain. Hal ini membuat implementasi taktik tidak berjalan optimal.
“Ini adalah garis yang sangat tipis antara membuat mereka bahagia dan membuat mereka bermain dengan baik. Ancelotti melakukannya, Del Bosque melakukannya, sementara pelatih lain yang terlalu keras justru tidak bertahan lama,” ungkap McManaman.
“Saya tidak berpikir Xabi Alonso termasuk pelatih yang keras, dia hanya ingin menerapkan gaya bermain Leverkusen, tetapi para pemain tidak menerimanya,” imbuh McManaman.

Komentar
Posting Komentar